Selasa, 23 Mei 2017

Mengimani Indonesia

Sedulur, mencintai Indonesia itu mudah, dengan mengimani keberagaman kultural yang multietnis maka tanah air ibu pertiwi kita sudah berbahagia. Mencintai Indonesia bukan hanya sekedar absensi kehadiran di setiap peristiwa kehidupan dan kemanusiaan di pelosok negeri, tetapi lebih daripada itu, bagaimana falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara berdiri kokoh dan mengalir dalam jiwa dan raga kita.
Mengiringi lika liku kehidupan bersama dengan orang-orang yang kita cintai, jatuh bangun bersama dengan masyarakat yang memiliki kepedulian yang sama sangat mengharukan dalam perjalanan hidup ini. Indonesia telah merdeka selama 72 tahun, dan sebagai sebuah bangsa dan bernegara kita masih tergolong sangat muda sekali, tetapi tali persaudaraan sebagai anak bangsa nusantara telah berlangsung di setiap jaman dan tatanan masyarakat ini akan terus berlangsung hingga akhir jaman.
Memang kalau ditelusuri di keseharian hidup kita ada dukanya juga, tidak semuanya tentang sukacita, tetapi apabila kita menoleh sedikit kebelakang dan diruntun hingga sekarang hingga masa depan segala pengorbanan layak untuk dilakukan. Tidak semua bangsa dapat merasakan kedamaian yang kita rasakan sekarang dan selayaknya kita bersyukur akan hal itu. Oleh sebab itu, perdamaian, keberagaman dan kebersamaan ini dijaga oleh segenap unsur dan elemen bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Indahnya mengimani kecintaan terhadap Indonesia adalah dengan Bertuhan Yang Maha Esa dengan berdampingan sesama manusia secara adil dan beradab, menjaga persatuan nasional agar kehidupan berjalan selaras dengan kecintaan kita terhadap Tuhan, memberikan teladan dalam bermusyawarah untuk mencapai mufakat bersama, serta menjunjung keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali.
Bangsa Indonesia sepanjang sejarahnya dilahirkan untuk beribadah, kita sekolah disebut ibadah, kita kerja disebut ibadah, kita menikah disebut ibadah, kita menghirup nafas sudah disebut beribadah. Alangkah eloknya menjadi bangsa Indonesia, yang di setiap sendi-sendi kehidupannya selalu berupaya untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia. Alangkah bangganya menjadi Indonesia dimana setiap langkahnya adalah menjunjung Tuhan Yang Maha Esa.
Ketika setiap perilaku kita adalah tentang iman terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka tidak ada persoalan yang terlalu besar bagi bangsa Indonesia, sebab kita punya Tuhan Yang Maha Besar untuk bersandar, kita punya Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang untuk memberikan petunjuk dalam menyelesaikan beragam perkara kita.
Salam takzim 😇
Salam cinta ❤💕

Menikahi Perjuangan

Sedulur, apabila datang waktu kita untuk menetapkan pilihan pendamping tentunya kita akan berbahagia dengan pilihan kita. Ketika perjalanan hidup sampai pada saat dimana kita terpanggil untuk memilih pendamping saat itupula kematangan kita menuntut untuk berkomitmen terhadap berbagai hal yang menjadi prioritas dalam hidup kita. Menikah adalah cara terbaik dalam mengisi relung-relung di lubuk hati kita terdalam, mengarungi mahligai kehidupan bersama sosok yang kita cintai.
Menikahi perjuangan itu berwalikan gumulan awan dilangit yang menggelayuti segala angan kita tentang kehidupan yang kita pertarungkan, berpenghulukan matahari yang dimana kita menempatkan komitmen kita tanpa pamrih dan balas jasa, bermandikan paras rembulan yang melembutkan malam-malam panjang kita untuk saling menempa asa, rasa dan harapan, serta bertamukan gugusan gemintang yang bertebaran menyusun rencana dan gagasan hadir dalam segala bentuk inspirasi kehidupan.
Ijab kabul terhadap perjuangan pun indah, berjanji untuk memperjuangkan tanah air tanpa penindasan, berjanji untuk bertarung demi keadilan dan bertutur pinutur yang sama yakni bahasa kebenaran. Menafkahi perjuangan pun dengan segenap jiwa dan raga berkelana dengan tas ransel dipundak berisikan naskah perjuangan perlawanan terhadap penindasan, beralas kaki sandal jepit dalam menempuh perjalanan dan memiliki peraduan yang sederhana tetapi terulir dengan indah yakni sehelai tikar rajutan kulit bambu.
Menikahi perjuangan merupakan peristiwa bercinta 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Kerjanya menyapa orang-orang yang tak dikenal dan makannya kata-kata yang mengalir dari air mata rakyat. Bersenggama dengan pergumulan ide dan gagasan, jatuh cinta terhadap kakek dan nenek tua penjual nasi uduk dan nasi goreng serta bercanda ria di sela-sela waktu dengan anak jalanan.
Meriah perjalanan hidup dalam berjuang hampir tak punya waktu untuk berkeluh kesah tentang kesusahan yang kita hadapi sehari-hari, sebab hati dan jiwa selalu terisi dengan berbagai fenomena dan fakta kehidupan yang masih kita perjuangkan hingga hari ini. Segala nostalgia, romansa dan seluk beluk kehidupan di telusuri tanpa mengenal lelah dan bahtera pernikahan berlayar hingga ke pelosok-pelosok negeri.
Selamat pagi kaum berjuang, selamat berakhir pekan. Semoga kemaslahatan yang diperjuangkan tercapai dan semoga keridhaan Allah SWT menyertai kita semua diperjalanan kehidupan. Jangan lupa dengan kopi dan teh manis serta ketan susu yang masih menunggu untuk disantap. Semoga hidup kita barokah dan mampu menjawab tantangan jaman.
Salam takzim 😇
Salam cinta ❤💕

Kekasih

Sedulur, melembutkan suara ketika memanggil namanya dengan penuh kasih sayang, meneduhkan segala harapan di hangatnya pelukan dan menasbihkan untaian asmara ke kehadirat Tuhan atas cinta yang menggelora adalah karunia yang sangat berarti. Sebab tanpa kehadiran kekasih apalah artinya kita diperjalanan hidup ini.
Buat kaum berjuang, yang disetiap helaan nafasnya adalah melawan penindasan, kehadiran kekasih yang menemani lika liku kehidupan merupakan hal yang memperindah perjuangan. Mengulik seruan Che Guevara tentang revolusi dan cinta, ia menyebutkan The Great Revolutioner is The Great Lover, seorang revolusioner yang hebat adalah seorang kekasih yang hebat.
Lalu bagaimanakah kita anak-anak revolusi yang merupakan penerus cita-cita perjuangan memaknai cinta dan kekasih kita dalam berjuang. Apakah harus selamanya tentang nestapa? Ya, pejuang memang bergelut dengan nestapa, pejuang memang bergumul dengan nelangsa, tetapi diatas semua itu pejuang menjalani pergumulan hidupnya dengan sukacita, sehingga ketika menelusuri bahtera kehidupan, perjuangan terasa begitu indah, perjuangan terasa begitu bergairah dan perjuangan terasa begitu mempesona justru didalam nuansa kesederhanaannya.
Buat kekasih yang didalam kelembutan belaian mesranya terdapat sumber kekuatan perjuangan kita mengejar keadilan menghempaskan penderitaan dan penindasan. Oleh sebab itu ketika berkasih sayang dalam berjuang tentunya ada kerelaan, tetapi berjuang tidak selamanya tentang pengorbanan justru memberikan segenap yang kita miliki dengan kebahagiaan. Pengorbanan dalam berjuang bersama kekasih kita merupakan keniscayaan dan bagian dari keseharian tetapi ujung dari segalanya adalah kebahagiaan dalam merengkuh kasih sayang saat berjuang bersama.
Kekasih, yang didalam tutur lembutnya terdapat ribuan untaian doa, yang menghamparkan harapannya dalam berjuang ke angkasa, yang didalam genggaman jemarinya terdapat semangat yang menggelora menelusuri seluk beluk kepedihan yang tertanam di sanubari kita, menyembuhkan luka dan mengusap tetes air mata yang mengalir di wajah kita. Kelak dipelukan kekasih hidup para pejuang berakhir dan dikecupan kekasih hidup para pejuang dimulai. 
Ketika nelangsa yang menjuntai-juntai kala berjuang sepucuk doa kekasih menghantar kita diperjalanan.
Salam takzim 😇
Salam cinta ❤💕

Sahabat, Keluarga dan Tetangga

Sedulur, di negeri yang makmur gemah ripah loh jenawi ini kita bertumbuh menjadi insan yang pandai bersyukur. Punya sahabat yang baik hatinya kita bersyukur, punya keluarga yang setia kita bersyukur, punya tetangga yang menjunjung kebersamaan kita bersyukur.
Rasa syukur kita memang tak sepenuhnya dihantar oleh kebahagiaan, ada beberapa diantaranya diiringi kepahitan san kegetiran hidup. Justru disaat keadaan menjadi demikian sulit, kita memiliki sahabat, keluarga dan tetangga yang saling mendukung satu sama lainnya.
Bersahabat dengan kawan terutama yang sama-sama berjuang dari nol memang ada dinamikanya, banyak diantaranya setelah puluhan tahun kita bersahabat ternyata selalu saja ada hal baru yang kita kenal tentang sahabat kita, beberapa hal mengagetkan tetapi nilai dari persahabatan adalah justru menyelami kelebihan dan kekurangannya sebagai sosok manusia biasa yang bisa punya kesalahan juga, seperti halnya kita. Ada istilah yang mengatakan sahabat terbaik adalah yang mengenal kondisi terburukmu dan menggali potensi terbaikmu.
Juga berkeluarga, segala problema kehidupan yang bertumpu dipundak kita tak ada tempat lain selain keluarga untuk mengarunginya bersama. Dengan bapak, bersama ibu, kakek, nenek, abang, kakak, adik, istri dan anak-anak kita telusuri kehidupan bersama-sama untuk mencapai keberkahan dan keridhaan Tuhan. 
Berkeluarga bukanlah tentang berencana berbagi tugas menyikat kamar mandi bersama, bukanlah berencana berbagi tugas untuk menumpuk-numpuk pakaian kotor agar di cuci, bukan pula tentang berencana berbagi tugas untuk saling cuci piring sehabis makan. 
Tetapi lebih kepada untuk berencana membangun bahtera keluarga untuk mencapai tujuan yaitu berbahagia, bercanda ria bersama dan beribadah bersama. 
Kalaupun ada diantaranya menyikat kamar mandi, cuci pakaian kotor dan cuci piring kotor hal tersebut merupakan bagian dari keseharian kita, tanpa berkeluarga pun ya memang hal-hal tersebut mesti dilakukan. Berkeluarga tak perlu berencana hidup susah, berkeluarga mesti berencana hidup bahagia, dan memperjuangkan kebahagiaan tersebut bersama-sama.
Begitupula dengan hidup bertetangga, saling tanggung renteng bergotong royong menapaki problema lingkungan juga merupakan sukacita tersendiri. Memperindah lingkungan, bahu membahu menolong keluarga muda, merancang kegiatan anak di lingkungan dan membangun infrastruktur ramah anak di lingkungan seperti taman bacaan dan taman bermain serta menjaga keamanan lingkungan agar indah dan elok di rasa tempat tinggal kita. 
Bertetangga itu merupakan kegiatan yang memenuhi waktu seumur hidup, didalamnya pun terdapat ikatan kebersamaan yang tak lekang oleh waktu, hampir bisa dipastikan bahwa kita bertetangga sama juga dengan menyerahkan separuh hidup kita kepada orang lain dan nilai kepercayaan yang dibangun diantara sesama tetangga melebihi hampir semua aktivitas keseharian yang kita lakukan.
Bersahabat, berkeluarga dan bertetangga merupakan nilai kehidupan yang paling melekat dalam keseharian kita. Perbanyak sahabat, jalin kasih sayang keluarga dan saling rukun dengan tetangga, rajut dengan tali silaturahmi sehingga keberkahan di setiap sendi kehidupan kita dapat tercapai dengan indah. Segalanya akan mudah dijalani apabila hidup kita penuh keberkahan sebab beban menghadapi dan mengarungi kehidupan terkadang memang berat dan bersahabat, berkeluarga serta bertetangga dengan baik memudahka begitu banyak hal.
Sebagai sebuah entitas kebangsaan, Indonesia merupakan bangsa yang memiliki tali persaudaraan yang kuat dengan sesama anak bangsa. Tali persaudaraan inipun menjadi melekat di jiwa dan raga kita kemanapun anak negeri melangkahkan kakinya, dan bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung kemanusiaan yang adil dan beradab sehingga dimanapun kita berada di belahan bumi ini kita selalu mewarnai sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.
Selamat beraktivitas di hari Jum'at yang baik ini untuk semua handai taulan. Semoga perjalanan hidup kita berkah dan diridhai Allah SWT. Tetap semangat pada prosesnya agar kehidupan menjadi segar dan sejuk.
Salam takzim 😇
Salam cinta ❤💕

Ideologi Sebagai Panglima

Sedulur, banyak dari kita termasuk saya diantaranya memaknai ideologi hanya sebatas kapitalisme, komunisme, pancasila dan Islam sebagai sebuah pedoman berbangsa dan bernegara.
Ideologi adalah ilmu tentang tujuan yang pada proses aplikasi atau tindak lanjutnya adalah tentang nilai dari yang kita laksanakan. Ideologi bukan hanya sekedar menghamba kepada material, bukan hanya sekedar saling berkumpul, bukan hanya sekedar guyub dan beribadah secara masing-masing agama.
Tapi lebih dari itu, ideologi adalah tentang kearifan dalam penggunaan material, rasa kebersamaan saat saling berbagi, tepa salira saat saling asah asih dan asuh, serta keshalihan sosial dalam bermasyarakat saat kita melangkahkan kaki setelah shalat di mesjid dan beribadah di gereja.
Ketika kita punya kebendaan dalam jumlah banyak saat itulah kita peruntukan untuk kemaslahatan, ketika kita sedang berguyub silaturahmi saat itulah kebersamaan menjadi kehangatan atas sesama, ketika saling bergotong royong segalanya dirasakan bahagia dan penuh sukacita, begitupula saat kita melangkahkan kaki kita sepulang dari mesjid atau sepulang dari gereja segenap tausiyah dan petuah yang diurapi ke jiwa raga kita menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Sehingga hidup dan kehidupan pun menjadi sejuk, manusia dan kemanusiaan pun menjadi segar. Gedung-gedung pencakar langit tak lagi menjadi rumah hantu, fasilitas publik terjaga dengan baik, bangsa kita hidup tenteram dan beribadah menjadi tauladan.
Sepertinya indah sekali ya, karena memang indah. Begitulah semestinya kehidupan diperlakukan, begitulah kemanusiaan dimaknakan. Pada prosesnya memang diakui segalanya butuh perjuangan, untuk kemaslahatan yang sesederhana yang saya sebutkan pun butuh kerja ekstra kebiasaan tetapi semuanya mungkin untuk dilakukan dan jangan menyerah pada prosesnya.
Selamat menikmati senja sahabat, semoga peluh kita hari ini bermanfaat, jangan hiraukan segala kebisingan ibukota, nantinya akan terbenahi dengan seksama. Apabila bukan oleh mereka, ya apa boleh buat berarti memang mesti kita yang laksanakan. Sekali lagi sedulur jangan memalingkan wajahmu ketika terpanggil, hampirilah amanah yang berhimpun bertumpu di pundakmu, sambutlah keterpanggilanmu dengan hikmat agar kemaslahatan benar-benar terlaksana.
Salam takzim 😇
Salam cinta ❤💕

Menatap Indonesia Dengan Wawasan Kebangsaan Pancasila

Indonesia merupakan sebuah bangsa yang lahir dari keragaman kultural dan etnis yang kaya dengan nilai dan falsafah Kemanusiaan yang berasal dari nilai Ketuhanan. Sebagai sebuah bangsa yang memiliki kecenderungan untuk memperkaya nilai kemanusian, kehidupan yang berkesinambungan dengan alam, Indonesia memiliki modal sosial yang melimpah untuk menjadi bangsa yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Untuk menekuni nilai dan falsafah kemanusiaan bangsa Indonesia tidaklah rumit apalagi kompleks, budi pekerti yang luhur dan ketekunan untuk mengembangkan diri sudah merupakan cara yang baik untuk dilakukan.
Bangsa Indonesia sendiri merupakan wujud dari puncak tatanan masyarakat nusantara yang terdiri dari beragam etnis dan kultural, nilai dan falsafah kemanusiaan tradisional sangat dipegang teguh oleh rakyat Indonesia untuk mengarungi kehidupannya. Jamak kita lihat di seantero nusantara dan kita temui di setiap sudut Indonesia, masyarakat yang berbudi pekerti luhur yang disertai ketekunan untuk memperluas cakrawala kehidupannya. Dalam proses menjalani kehidupannya pun bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan.
Perjalanan panjang sejarah kemanusiaan bangsa Indonesia yang berangkat dari budi pekerti luhur nenek moyang nusantara telah membuktikan bahwa kita bisa, kita mampu dan kita akan mencapai puncak peradaban seperti yang telah di cita-citakan oleh para founding fathers Indonesia di dalam Proklamasi Kemerdekaan dan Pembukaan UUD 1945. Berabad-abad Indonesia telah mampu menjawab tantangan jaman, dan berabad-abad pula Indonesia akan bertahan dan mampu memberikan yang terbaik bagi kemanusiaan. Bangsa Indonesia merupakan tatanan masyarakat yang unggul dalam menekuni falsafah Ketuhanan dan Kemanusiaan, berbagai fakta monumental telah menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia dilahirkan dan diciptakan untuk beribadah kepada Tuhan dan berbakti kepada Kemanusiaan.
Dalam naskah ini pemateri takkan memberikan gambaran kepada peserta didik LKM Himasi Universitas Budi Luhur tentang falsafah paradigma berfikir Emile Durkheim, Max Weber, Karl Marx atau Immanuel Kant. Pemateri ingin mengajak peserta didik untuk bersama-sama urun rembug tentang Bangsa Indonesia dan seperti apa kita di masa yang akan datang, sebab sebagai bagian dari pemuda, peserta didik akan menjadi pundak bagi bangsa Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu, pemateri mengajak peserta didik untuk berbicara ke masa depan bangsa Indonesia yang merupakan bagian dari tanggung jawab Ketuhanan dan Kemanusiaan kita bersama. Karena apa yang kita perbuat hari ini tentunya menjadi bagian dari jejak-jejak sejarah kehidupan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Krisis Kemanusiaan Global dan Indonesia Memberikan Jawaban.

Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi falsafah Ketuhanan dan Kemanusiaan, Indonesia sebagai bagian dari tatanan masyarakat dunia, turut menyaksikan dan terdampak oleh pengaruh krisis Kemanusiaan Global yang mengemuka di saat ini. Di berbagai wilayah di dunia Indonesia dihadapkan pada begitu banyak kejadian global yang menghantui tatanan pergaulan kita sebagai sebuah bangsa, dan sebagai sebuah entitas masyarakat yang berbudi pekerti luhur tentunya krisis Kemanusiaan yang dialami oleh dunia menghadirkan rasa kepedihan dan kepiluan tersendiri, terkadang untuk menyaksikannya pun tak jarang kita merasa begitu menyakitkan meskipun kita tak mengalaminya.
Krisis Kemanusiaan yang tak berkesudahan sejak Perang saudara India - Pakistan pada tahun 1971, yang berturut-turut menghantui masyarakat dengan perang sipil dan terorisme, tak terasa menjadi ladang subur bagi kejahatan perdagangan gelap senjata dan senjata pemusnah massal. Sedikit sekali masyarakat di Timur Tengah mengalami jeda masa perdamaian, yang selanjutnya berturut-turut Revolusi Iran pada tahun 1978, Perang saudara di Afghanistan sejak tahun 1978, Perang Iran – Irak 1980 sampai 1988, Invasi Irak terhadap Kuwait pada tahun 1990, perang Teluk 1990 – 2011 dan Krisis Suriah pada tahun 2012 hingga sekarang. Perang-perang ini telah begitu banyak memakan korban jiwa dan pengungsi yang terlantar, dan dampaknya di negeri kita menjadi pemecah belah persatuan atas keberpihakan kelompok masyarakat tertentu dengan kelompok masyarakat yang lain.
Dan Indonesia di masa-masa pecahnya perang merupakan bangsa yang berpihak yaitu kepada perdamaian. Pasukan dan delegasi perdamaian Indonesia untuk krisis Kemanusiaan banyak di kerahkan oleh Republik Indonesia dan bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang dominan dalam mengusung perdamaian di dunia. Tak luput satu krisis pun bangsa Indonesia memberikan kontribusi perdamaian kepada pihak-pihak yang bertikai, dan sebagai bangsa yang dikenal menjunjung tinggi budi pekerti luhur, bangsa Indonesia mampu diterima oleh pihak-pihak yang bertikai dan turut memberikan solusi perdamaian. Dengan memperkuat KTT Asia Afrika dan KTT Non Blok, Indonesia memainkan peranan penting untuk mendelegasikan wakilnya untuk perdamaian dunia, dan sebagai entitas masyarakat, baik secara individu maupuin berkelompok banyak terdapat organisasi-oraganisasi di Indonesia yang memberikan kontribusi perdamaian bagi pertikaian di berbagai wilayah dunia.
Kemampuan untuk menengahi konflik dan memberikan solusi perdamaian merupakan wujud bentuk dari sublimasi nilai luhur dengan perilaku keseharian kita, sehingga memiliki kepekaan sosial terhadap apa yang berkembang di sekitar kita. Dibarengi kepekaan sosial inilah pemuda Indonesia diharapkan mampu berperan memberikan kontribusi perdamaian secara arif dan bijaksana, sebab menuntaskan sebuah konflik bukan tentang pemenuhan hasrat dan nafsu pihak yang berkonflik, tetapi tentang bagaimana prinsip keadilan dan kemaslahatan bersama dapat terpenuhi untuk kebaikan bersama. Dalam prosesnya tentu akan banyak silang pendapat mengemuka tetapi pada konklusinya terciptanya kondisi perdamaian menjadi tujuan akhir dari pertikaian yang ada, serta untuk mampu memberikan kontribusi perdamaian, peserta didik diharapkan memiliki modal dasar berbudi pekerti luhur dan ketekunan dalam memperluas wawasan kebangsaannya.
Hingga akhir jaman falsafah Ketuhanan dan Kemanusiaan yang terejawantah dalam bentuk budi pekerti luhur akan selalu menjadi modal sosial bangsa Indonesia untuk memberikan kontribusi kepada perdamaian. Dengan ketekunan bangsa Indonesia dalam mensyiarkan perdamaian, bangsa Indonesia akan selalu dikenang sebagai entitas masyarakat yang gandrung akan perdamaian dunia, serta di masa yang akan datang diharapkan pemuda yang merupakan pundak dan tulang punggung bangsa Indonesia akan terus mewarisi kemampuan para pendahulunya yang mampu memberikan jawaban atas persoalan dunia.

Pemuda Indonesia Mewarisi Pancasila Sebagai Falsafah Kebangsaan.

Indonesia memiliki kecenderungan yang unik ditengah pergaulan tatanan masyarakat dunia, yaitu kuantitas pemudanya yang mencapai 60 persen dari keseluruhan penduduknya, yang artinya Pemuda Indonesia merupakan unsur masyarakat yang paling dominan di Indonesia. Dan keunikan Indonesia ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga tahun 2055, dengan kecenderungan demografi yang produktif inilah, Indonesia dipandang sebagai sebuah bangsa yang selalu kreatif dan inovatif di masa yang akan datang. Dan keunikan ini mesti diimbangi dengan kemampuan bangsanya untuk memberikan tauladan kepada Pemuda Indonesia dalam menempuh lika liku kehidupannya, sehingga ketika sampai sebuah tanggung jawab ke pundak Pemuda, bangsa Indonesia mampu memenuhi harapan yang di cita-citakan.
Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup yang tidak dapat terpisahkan dari jiwa dan raga masyarakat Indonesia, sebagai sebuah konteks mungkin Pancasila baru ada sejak 1945 tetapi sebagai sebuah tatanan nilai, Pancasila merupakan perasan dari benang merah tatanan masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. Nusantara Indonesia telah mengalami tiga fase Kebangsaan yakni, Kerajaan Sriwajaya, Kerajaan Majapahit dan kini Republik Indonesia, fase Republik Indonesia pun telah memasuki fase ketiga yakni, era Pergolakan Kemerdekaan, era Pembangunan dan kini era Perubahan. Pada berbagai fase yang disertai begitu banyak persoalan kebangsaan yang cukup pelik di dunia, bangsa Indonesia selalu mampu menjawab tantangan jaman dan Pancasila sebagai tonggak nilai falsafah kebangsaan berdiri teguh mengawal pasang surutnya kehidupan berbangsa.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, merupakan falsafah kebangsaan yang dipegang teguh di tiap generasinya dan tak lekang oleh jaman. Memang pada prosesnya Pancasila banyak mengalami pasang surut pemaknaan, namun ketahuilah bahwa Pancasila apabila diperas menjadi trisila maka terbentuklah prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, Sosio Demokrasi dan Sosio Nasionalisme, yang apabila diperas lagi dalam satu prinsip hidup yaitu Gotong Royong. Yang artinya segala bentuk nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Nasionalisme dan Demokrasi maka Pancasila memiliki peranan penting untuk mengisi sendi-sendi kehidupannya, sehingga entah apapun namanya di 500 tahun yang akan datang, tetap Pancasila merupakan falsafah berbangsa Indonesia dan Nusantara merupakan gugusan masyarakat yang berbudi pekerti luhur.
Peserta didik diberikan pemahaman falsafah Pancasila dalam kaitannya dengan wawasan Kebangsaan agar tetap manunggal dengan akar budayanya, serta memiliki pemahaman yang utuh tentang bagaimana bangsa Indonesia nantinya akan mengarungi seluk beluk kehidupannya, untuk mengantisipasi dampak geger budaya yang menggejala dengan berbagai faham liberalisme yang mengemuka di tatanan masyarakat dunia maka peserta didik diberikan pengetahuan tentang falsafah Ketuhanan dan Kemanusiaan yang termaktub dalam Pancasila. Di masa yang akan datang, bangsa Indonesia akan dihadapkan pada kompleksitas teknologi mutakhir yang menggejala di tanah air sehingga dipandang perlu untuk peserta didik memahami seluk beluk sublimasi manusia Indonesia dengan alam sekitarnya, agar dampak kemajuan teknologi dapat bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

Peran Mahasiswa Indonesia Yang Dinamis Untuk Mencapai Masyarakat Yang Adil dan Makmur.

Dinamika mahasiswa merupakan sebuah peran yang sangat penting di setiap fase kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai golongan masyarakat terpelajar, mahasiswa adalah avant garde, ujung tombak tatanan masyarakat. Di setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat, golongan terpelajar diperlukan perannya untuk mengisi kekosongan di tengah-tengah masyarakat dan di pandang perlu untuk membekali peserta didik dengan kemampuan analisis sosial untuk mampu terus berinovasi untuk kemajuan rakyat Indonesia. Dengan daya kreasinya, mahasiswa Indonesia merupakan pilar utama untuk kemajuan bangsa Indonesia, sehingga untuk mampu menjawab tantangan jaman, mahasiswa Indonesia mesti memiliki kemampuan untuk peka dengan kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Manunggalnya mahasiswa Indonesia dengan rakyat merupakan peran yang diemban oleh Pemuda Indonesia agar mampu menyerap aspirasi dan keresahan yang berkembang di masyarakat dan dengan kepekaan inilah mahasiswa Indonesia akan mampu memberikan solusi untuk segala persoalan di masyarakat. Modal dasar berbudi pekerti luhur dan ketekunan untuk mengembangkan diri nantinya akan mengantar mahasiswa Indonesia menjadi pemuda yang utuh pemahaman, kecakapan dan kemampuannya untuk menghantar bangsa Indonesia ke gerbang pintu kemerdekaannya untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Kesejahteraan rakyat Indonesia menjadi tugas yang diemban oleh segenap mahasiswa Indonesia merupakan amanah yang harus terlaksana untuk tercapainya masyarakat yang adil dan makmur.
Konektivitas pemuda Indonesia dengan kawasan pun mesti terjaga sedini mungkin, sehingga ketika mengemban misi perdamaian, mahasiswa Indonesia mampu mengenali pendekatan-pendekatan sosial kemasyarakatan yang dibutuhkan, dan sebagai bagian dari Pemuda Indonesia secara keseluruhan, mahasiswa Indonesia dipandang perlu untuk memiliki kemampuan untuk menyelesaikan persoalan di sekitar masyarakat, baik regional kawasan maupun lokal nasional. Agar perdamaian abadi seperti yang termaktub di Pembukaan UUD 1945 dapat terwujud dengan serta merta dan mampu menghantar rakyat Indonesia pada kemaslahatan.
Di masa depan, peran mahasiswa Indonesia akan semakin signifikan, sebab kebutuhan untuk melahirkan generasi penerus yang terpelajar merupakan ciri khas di setiap generasi bangsa Indonesia. Pemuda dengan karakter yang kuat akan menjadi tokoh yang dikenal oleh masyarakat dan akan menghantarkan bangsa Indonesia kepada kemaslahatan yang sesungguhnya. Tanpa mengurangi arti materialisasi kebendaan, pemateri mencoba untuk mengajak peserta didik untuk terus selalu saling mengasah, saling mengasih dan saling mengasuh satu sama lainnya, sebab kemaslahatan yang sesungguhnya tidak selalu identik dengan materialisasi kebendaan meskipun terdapat di dalamnya, tetapi lebih kepada kebahagiaan dalam mengarungi kehidupan yang menjadi penting bagi setiap peserta didik untuk menempuh kehidupan di masa yang akan datang.
Kesadaran Afeksi, kemampuan Kognisi dan Keutuhan Konasi mahasiswa Indonesia agar selalu diasah oleh peserta didik, agar menghasilkan generasi yang paripurna dalam menekuni sendi-sendi kehidupan berbangsa Indonesia. Di masa depan kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan materialisasi kebendaan tidak lagi menjadi pokok dalam sendi kehidupan, di masa yang akan datang materialisasi kebendaan akan diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kepentingan kemaslahatan bangsa Indonesia. Kecenderungan kemudahan untuk materialisasi kebendaan akan menjadi hal yang jamak ditemui di masa yang akan datang, tetapi apakah materialisasi kebendaan akan mendatangkan kemaslahatan disitulah peran mahasiswa Indonesia sebagai golongan terpelajar memberikan kontribusinya terhadap Kemanusiaan dan Kehidupan. Sebab apalah arti materialisasi kebendaan apabila tidak menyokong kemanusiaan dan kehidupan, hanya akan menjadi tumpukan barang rongsok di gudang. Tetapi bagaimana materialisasi kebendaan mampu untuk menyokong Kemanusiaan dan Kehidupan untuk mencapai masyarakat yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur menjadi kunci masa depan bangsa Indonesia.

Naskah dibuat oleh AB Parlindungan, sebagai pemateri dalam Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (Himasi), Universitas Budi Luhur di Cisarua, Bogor. Naskah dipaparkan tanggal 25 Februari 2017, pada jadwal materi Paradigma Berfikir dan Dinamika Mahasiswa.

Pelatihan SAR Kusuma Negara Pecinta Alam

Kata Pengantar
Bismillahirrahmannirrahim,
Dengan rahmat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, Kanapala STIE Kusuma Negara menyusun petunjuk pelaksanaan pelatihan Search and Rescue (SAR) bagi korban bencana alam, juga untuk korban kecelakaan transportasi udara yang sehubungan dengan pegunungan. Besar harapan anggota Kanapala untuk memiliki kemampuan untuk memberi kontribusi kepada masyarakat dalam bentuk penyelamatan dan pertolongan kepada korban bencana alam, juga untuk korban kecelakaan transportasi udara di jajaran pegunungan di Indonesia.
Disusunnya naskah pelatihan SAR ditujukan bagi segenap anggota Kanapala untuk mempersiapkan kemampuan mandiri dan kemampuan kelompok agar bisa bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dengan penyelamatan dan pertolongan, baik institusi Negara seperti Basarnas dan KNKT, juga institusi swadaya masyarakat seperti Green Ranger, GPO juga Wanadri serta organisasi-organisasi pecinta alam mahasiswa yang bersifat otonom di seluruh penjuru negeri. Penyusunan naskah pelatihan SAR tidak bermaksud untuk mengambilalih peran pengurus aktif di pegunungan, justru untuk memberikan kontribusi organisasi Kanapala kepada masyarakat untuk memenuhi kewajiban Kanapala melaksanakan Wawasan Almamater.
Berbagai unsur yang berhubungan dengan pelaksanaan SAR, tentunya dikaji dalam penyusunan naskah, seperti Orientasi Medan (Navigasi), kemampuan Survival di alam, kemampuan teknis P3K, pengenalan alat pelaksanaan SAR (keterampilan penggunaan alat), serta kesiapan mental (jasmani dan rohani) anggota Kanapala untuk mampu melaksanakan SAR. Pokok-pokok pemikiran yang terkandung dalam unsur pelaksanaan SAR dikaji agar anggota Kanapala menjadi sigap dan tangguh untuk melaksanakan kegiatan SAR, baik secara mandiri maupun berkelompok.
Kemampuan teknis SAR manual (bersandar ke petunjuk alam) serta kemampuan teknis SAR mutakhir (bersandar ke teknologi) menjadi fokus pengkajian pelatihan SAR, agar anggota Kanapala memiliki kesiapan dan ketangguhan untuk mampu melaksanakan SAR di banyak kondisi, cuaca, jarak, alat, waktu serta jumlah personil. Diharapkan pelatihan SAR mampu menjadi nilai tambah bagi Kanapala serta anggota Kanapala agar menjadi organisasi pecinta alam yang memberi kontribusi ke masyarakat pada umumnya juga kepada mahasiswa STIE Kusuma Negara pada khususnya.
Minat dan bakat mahasiswa STIE Kusuma Negara menjadi organisasi kemahasiswaan (UKM) ditumbuhkan sebagai daya tarik organisasi untuk memiliki bakat umum maupun bakat khusus. Sehingga Kanapala menjadi organisasi yang mengasah kemampuan mahasiswa STIE Kusuma Negara secara utuh serta berwawasan. Hikmah dari pelatihan SAR nantinya diarahkan agar setiap mahasiswa yang menjadi anggota Kanapala memiliki rasa kemanusiaan yang luhur, kecakapan menggunakan berbagai alat manual dan mutakhir, juga memiliki daya saing untuk berkompetisi secara sehat di tatanan masyarakat.
Pengenalan Search and Rescue.
Unsur-unsur SAR
Dalam kegiatan SAR ada empat unsur yang dijadikan penentu keterampilan yang dibutuhkan sebagai penunjang suksesnya suatu tim SAR melaksanakan operasinya, yaitu :
  1. Identifikasi Lokasi : kemampuan untuk menentukan lokasi survivor (korban). Hal ini memerlukan pengetahuan menangani data peristiwa, keadaan survivor, keadaan medan. Kronologi peristiwa serta manifesto korban perlu diketahui agar dapat menentukan titik koordinat korban.
  2. Identifikasi Personil SAR : kemampuan untuk mencapai survivor. Hal ini memerlukan keterampilan mendaki gunung, rock climbing, cara hidup di alam bebas, peta, kompas, membaca jejak. Untuk menentukan kategori personil dalam pelaksanaan SAR dibutuhkan pengetahuan personifikasi SAR, agar tim terbentuk berdasar kemampuan, kesigapan dan ketangguhan dalam melaksanakan SAR.
  3. Stabilisasi : kemampuan untuk menenteramkan survivor. Mutlak diperlukan pengetahuan P3K, gawat darurat, dan mengenal herbivora alam.
  4. Evakuasi : keterampilan membawa survivor. Memerlukan keterampilan merangkai alat keselamatan (tandu).
  5. Komunikasi : kemampuan untuk membentuk alat komunikasi kelompok SAR. Memerlukan keterampilan morse serta penggunaan alat komunikasi konvensional seperti handy talkie (HT), efisiensi telpon selular dan efisiensi peralatan navigasi (kompas dan GPS), serta efisiensi bahan bakar memasak makanan.
Tahapan SAR :
Beberapa tahapan SAR, yaitu :
  1. Tahapan situasi, sadar bahwa keadaan darurat telah terjadi.
  2. Tahapan kesiapan, melaksanakan segala sesuatunya sebagai reaksi terhadap suatu kecelakaan, termasuk mengumpulkan informasi mengenai survivor.
  3. Tahapan perencanaan, membuat rencana yang efektif dan koordinasi yang diperlukan.
  4. Tahapan operasional, seluruh unit bertugas hingga misi SAR dinyatakan selesai.
  5. Tahapan laporan, membuat laporan mengenai misi SAR yang telah dilaksanakan.
Struktur Organisasi SAR
    1. Koordinator SAR (KSAR)
Pejabat wilayah atau daerah, yang karena jabatan, memiliki fungsi dan wewenang dapat memberikan dukungan yang diperlukan kepada Kantor Koordinasi SAR (KKSAR) untuk melaksanakan organisasi SAR.
    1. Koordinator Misi SAR (KMSAR)
Bertugas pada kejadian SAR, melaksanakan evaluasi kejadian, perencanaan, serta koordinasi pencarian, sejak ditunjuk sebagai KMSAR hingga sampai operasi dinyatakan selesai. Jika wilayah pencarian terlalu luas dapat ditunjuk beberapa KMSAR dengan batas wilayah pencarian masing-masing yang jelas.
    1. Komando Operasi Lapangan (KOL)
Ditunjuk oleh KMSAR untuk koordinasi dan pengaturan misi SAR ditempat kejadian. Jika pencarian menggunakan lebih dari dua unit SAR maka harus ada KOL.
    1. Unit Pencarian dan Penyelamatan (UPP)
Merupakan tim pelaksana lapangan SAR. Wewenangnya terbatas pada pelaksana tugas-tugas yang diberikan KMSAR atau KOL.
Pencarian Operasi SAR.
Pola Teknis Pencarian (sweeping).
    1. Pemetaan Jalur.
Digunakan jika survivor dinyatakan hilang dan jalur perjalanan yang direncanakan akan dilewatinya merupakan satu-satunya informasi yang ada. Penyusuran jalur dilakukan jika survivor masih berada di lintasan jalur atau berada dekat dengan garis jalur.
    1. Paralel.
Digunakan jika daerah pencarian cukup luas dan medannya cukup datar. Pembentukan unitpun jika hanya memiliki posisi duga, sangat baik untuk daerah pencarian yang berbentuk segi empat.
    1. Horisontal.
Digunakan jika daerah pencarian sempit, jauh dan kondisinya cukup datar. Apabila di punggungan gunung, pola horisontal akan turun ke jurang-jurang atau dataran yang lebih rendah.
    1. Spin Tracking (Berputar).
Digunakan pada daerah yang datar, pola perhitungan posisi juga harus merupakan kemungkinan yang tepat. Setiap pembelokan membutuhkan presisi (ketepatan) penghitungan koordinat navigasi.
    1. Sektoral (Konvergensi KOL).
Digunakan jika lokasi atau posisi diketahui, daerah peristiwa tidak luas. Pembentukan unit pencarian menggunakan pola segitiga sama sisi dengan konvergensi daerah pencarian melingkar.
    1. Vertikal (Berjenjang).
Digunakan jika peristiwa terjadi di bukit-bukit, selalu dimulai dari puncak tertinggi dan menyusur ke daerah yang rendah.
    1. Konfigurasi Alam.
Digunakan jika kondisi alam membatasi pencarian seperti hujan, kabut pekat, angin puting beliung dan tebing, dengan membentuk pos-pos penyelamatan di alam dengan perhitungan yang pasti bahwa survivor meraba ketentuan lingkungan. Biasa digunakan jika regu penyelamat tidak bisa mendekati tempat yang terkena musibah.
Pengaruh Faktor Pemilihan Pola Pencarian.
Beberapa faktor yang menentukan dalam pemilihan pola pencarian merupakan rujukan bagi keberhasilan SAR. Sebab menentukan pola pencarian yang efektif dan sesuai dengan kondisi alam merupakan faktor untuk efisiensi stamina, biaya operasional, sumber energi alat seperti baterai dan bahan bakar untuk logistik, yaitu :
Ketepatan posisi survivor
Luas dan bentuk daerah pencarian
Jumlah dan jenis KOL yang terbentuk
Cuaca di dan ke daerah pencarian
Jarak pos komando KOL ke lokasi musibah
Kemampuan peralatan bantu navigasi di daerah kejadian
Tingkat kesukaran dan kemudahan sasaran yang diketahui
Pilihan peluang berdasarkan ruang gerak
Situasi dan Kondisi di daerah peristiwa
Dukungan logistik ke daerah pencarian
Taktik Pencarian.
Taktik pencarian dapat bervariasi, tergantung pada situasi tertentu. Secara umum tercakup dalam lima metode pencarian, yaitu :
    1. Simulasi Peristiwa.
Merupakan usaha-usaha untuk mendapatkan informasi awal, mengkoordinir regu-regu pencari, membentuk pos pengendali perencanaan pencarian awal dan hal-hal yang bersifat persiapan tim SAR.
    1. Simulasi Penemuan Survivor.
Menyusun dan membentuk garis lintas (perimeter) untuk sweeping korban di area pencarian.
    1. Simulasi Deteksi Lokasi Survivor.
Pemeriksaan terhadap tempat potensial dan juga menggunakan pencarian potensial. Pada area tersebut penghitungan ditemukannya survivor atau jejak ataupun sesuatu yang tercecer menandai posisi survivor.
    1. Simulasi Tracking.
Melacak jejak atau sesuatu yang ditinggalkan survivor. Biasanya pelacakan dilakukan dengan anjing pelacak atau orang yang memang dilatih khusus untuk mencari dan membaca jejak.
    1. Simulasi Evakuasi.
Memberikan perawatan dan membawa survivor untuk perawatan yang lebih lanjut jika diperlukan.
Teknis Pelatihan SAR Kanapala.
Pembentukan kemampuan anggota Kanapala untuk memiliki kontribusi aktif terhadap masyarakat, diperlukan kecakapan untuk melakukan tindakan-tindakan pelestarian alam, juga penyelamatan dan pertolongan terhadap korban bencana alam dan transportasi udara di pegunungan dalam bentuk operasi tim SAR.
Beberapa pelatihan dipersiapkan agar anggota Kanapala memiliki kemampuan SAR, yaitu :
  1. Fisik.
Memiliki stamina yang tangguh untuk operasi tim SAR membutuhkan beberapa pelatihan, seperti pengaturan pola pernafasan yang selaras dengan langkah kaki; pembentukan otot bisep, otot trisep, serta otot perut untuk kemampuan membawa alat operasi tim SAR.
Pelatihan untuk pembentukan stamina bisa dengan berlari bebas (jogging), berlari waktu (stepping), berlari beban (forsiding terrance); push up bebas (muscling), push up waktu (timing) dan push up beban (forsiding tools). Berlari dan push up diperuntukan agar keselarasan ruang gerak, kekuatan memikul alat, serta pengaturan tenaga ke lokasi tujuan terbentuk.
Pelatihan renang; untuk pembentukan kelincahan gerak, agar meskipun memiliki otot yang mengeras tetap memiliki keluwesan dalam bergerak. Pelatihan renang kolam buatan diperuntukan memiliki kekuatan menempuh jauhnya jarak, sebab ph (kadar air) kolam renang buatan memiliki muatan untuk mencapai terbentuknya ketepatan waktu dengan membawa alat. Renang danau; untuk pembentukan gerak yang berdasar pada gravitasi bumi, sebab danau memiliki ph daya serap terhadap gravitasi. Jika anggota Kanapala berlatih untuk renang danau dan berhasil, maka kemungkinan anggota kanapala tenggelam di perairan bisa di minimalisir. Renang laut; untuk pembentukan kecepatan gerak, sebab ph air laut memudahkan untuk berenang, jika anggota Kanapala diberikan pelatihan renang laut, ditargetkan jarak tempuh dan berhasil, maka anggota dapat diperluas kemampuannya merenangi antar pulau.
Pelatihan lompat tali (skipping) berguna untuk mencapai keseimbangan dalam bergerak (forsiding area and movement). Sebab kondisi pegunungan yang mampu mempengaruhi pola langkah, maka skipping berguna agar anggota Kanapala tidak gontai dan mampu melangkah dengan kokoh mencapai daerah peristiwa tim operasi SAR.
Pelatihan penggunaan kayak atau kano untuk anggota Kanapala memiliki kemampuan menyusuri curam sungai yang mengalir di badan dan kaki pegunungan, jika daerah peristiwa operasi SAR berada di sudut-sudut pegunungan yang tak dapat ditempuh melalui jalur darat pegunungan.
Berbagai pelatihan untuk membentuk stamina dapat dilakukan oleh anggota Kanapala, baik secara mandiri maupun secara berkelompok. Untuk peningkatan stamina anggota bisa diberikan kebebasan untuk mengatur jadwal latihannya agar kesadaran untuk meningkatkan stamina dapat tumbuh meski memiliki berbagai keterbatasan.
2. Kognisi.
Anggota Kanapala memiliki kebutuhan untuk memperluas referensi dalam teknis pengenalan medan, teknis pengenalan alat, teknis pengenalan waktu, teknis merangkai potensi alat dan alam, teknis penggunaan teknologi, serta teknis pengenalan kaedah dan faedah alam yang ditujukan untuk memiliki kemampuan memberikan perawatan, penenteraman, serta evakuasi survivor dengan menggunakan potensi alam dan potensi alat dalam tim operasi SAR. Beberapa referensi dapat di koordinasikan dengan institusi-institusi yang mudah dijangkau dan dekat dengan Kanapala, seperti Kopassus, Balai Kesehatan Cijantung, serta kemudahan yang baru saja terbentuk yaitu kesatuan Damkar Cijantung, ketiganya berlokasi di depan balai komando Kopassus, Cijantung. Perluasan referensi untuk Kanapala diperuntukan agar anggota Kanapala dapat melakukan riset pustaka pengkaderan, riset pustaka kemandirian tindakan serta riset pustaka etos dan etika para komando mutakhir untuk mencapai pembentukan pelaksanaan yang komprehensif.
Fokus perluasan referensi adalah pengenalan bahan baku alat yang ringan dan efektif untuk dipikul, sehingga ketika anggota Kanapala diberikan penugasan untuk bergabung dengan tim operasi SAR, memiliki pengetahuan untuk memilih alat yang berbahan baku ringan yang memiliki bobot kuat untuk melintasi alam dan melakukan evakuasi survivor tim operasi SAR. Pengetahuan pengobatan yang alamiahpun bisa dicapai dengan mengetahui bahan baku obat yang digunakan untuk perawatan, penenteraman dan kesehatan survivor ketika operasi SAR berlangsung. Sejak tahun 1990 bahan baku alat yang ringan dan kokoh diketahui adalah titanium, yang merupakan peleburan biji besi dengan pasir kuasa yang disekat dan diperhalus dengan plastik. Sejak 2007 bahan baku pengobatan yang alamiah dan jamak untuk perawatan, penenteraman dan kesehatan survivor diketahui adalah saripati ikan pari.
3. Konasi.
Pelatihan pengetahuan dasar untuk membentuk potensi alat menjadi potensi pertolongan dan penyelamatan, seperti teknik tali temali dan simpul-simpul dasar, yaitu :
Simpul reef
Simpul delapan
Simpul penggabungan
Simpul nelayan
Simpul webbing
Simpul bowline
Simpul manharness hitch
Simpul quick release
Simpul mata pancing
Diperuntukan agar anggota Kanapala memiliki kemampuan untuk membuat tandu, menjadi pelopor pasak tebing, menjadi pemandu morse, menjadi pemasang jejak sweeping, serta berperan aktif dalam pengambilan keputusan untuk pembentukan pos-pos alam yang terkait dengan pola pencarian konfigurasi alam. Pengetahuan dasar tali temali merupakan kemampuan untuk merangkai bivak alam, bivak tenda, serta bivak perseorangan. Sebab pengetahuan untuk mampu membuat simpul-simpul tali temali menggunakan akar, menggunakan daun jalar, menggunakan semak belukar merupakan inti dari pembentukan pos-pos alam untuk mengatasi perubahan-perubahan cuaca yang terkadang silih berganti dalam tempo yang singkat di pegunungan.
Pelatihan dasar penggunaan kompas diperlukan untuk menentukan arah yang dituju, sehingga pengetahuan penggunaan yang berkembang menggunakan GPS desktop dan GPS mobile dapat dengan mudah diadaptasi. Perbedaan mendasar dari kompas dan GPS adalah kompas menentukan koordinat tujuan yang bersandar pada gravitasi bumi sehingga kompas diberikan ratio pergeseran berdasarkan titik pantul gravitasi terhadap perut bumi dan kontur ketinggian, kecuraman, kelandaian jalur pegunungan; sementara GPS menentukan patokan dari titik A ke titik B dan seterusnya (azimuth), sebab GPS bersandar pada satelit yang sangat tergantung pada kondisi luar angkasa dan lapisan atmosfer bumi, sehingga GPS diberikan ratio pergeseran dari posisi berdasarkan penetrasi laras satelit terhadap lapisan atmosfir dan langit di bumi. Pelatihan pembacaan peta gunung untuk mengetahui kontur gunung dan dapat memilih jalur untuk mempersingkat perjalanan menuju daerah peristiwa, koordinat yang terdapat di peta apabila di kombinasi dengan titik lintang dan titik bujur bumi bisa untuk mengetahui prakiraan cuaca yang akan dihadapi pada saat operasi SAR berlangsung.
Adapun pengetahuan manual untuk menentukan arah tim operasi SAR adalah dengan bayangan yang merupakan refleksi dari cahaya matahari di waktu siang, rangkaian gugusan bintang di waktu malam, dan pergumulan awan saat cuaca cerah ataupun mendung di saat siang dan malam. Refleksi bayangan matahari menentukan posisi dan lokasi awal untuk mengetahui tujuan dengan mematok mata angin utara, dan berturut-turut disusun dengan mata angin timur laut, timur, tenggara, selatan, barat laut, barat, barat daya sesuai arah waktu atau petunjuk jarum jam ataupun sebaliknya. Begipula dengan gugusan bintang, yang berpatokan pada cahaya bintang tunggal yang paling terang dari permukaan bumi yang disebut dengan bintang fajar yang berasal dari refleksi cahaya matahari ke planet mars, jika ditemukan maka dapat diketahui posisi mata angin timur yang kemudian dapat dirangkai rasi-rasi bintang berpusat kepada matahari sebagai tata surya (bima sakti) yang terhampar di langit untuk mengetahui prakiraan jarak tempuh antar KOL ke tujuan operasi SAR, dari timur ke barat dan utara ke selatan; berdasarkan pengalaman dan riset pustaka penulis, bintang fajar beredar pada pukul 23.00 sampai 5.45 waktu Indonesia. Sedangkan pergumulan awan adalah untuk mengetahui mata air, agar anggota tim  operasi SAR dapat terhindar dari dehidrasi, sebab pergumulan awan terbentuk dari proses asimilasi air (sungai, danau dan laut) dengan panas bumi dan matahari untuk menjadi hujan.
Penutup
Puji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam atas diberikannya kemampuan untuk menyusun serta melaksanakan pelatihan SAR. Dihaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Kanapala atas pengalaman, pendidikan, kesetiakawanan sosial, budi pekerti luhur, serta kecintaan Kanapala terhadap kemanusiaan dan alam Indonesia.
Kemampuan pelaksanaan tim operasional SAR baik manual ataupun mutakhir bagi Kanapala STIE Kusuma Negara diperlukan agar ketika anggota Kanapala diberikan penugasan untuk melakukan SAR dapat dipenuhi secara maksimal. Serta diperuntukan agar Kanapala memiliki nilai tambah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat pada umumnya dan bagi mahasiswa STIE Kusuma Negara pada khususnya. Apabila terdapat peningkatan kualitas dan kuantitas kenggotaan Kanapala merupakan hasil dari jerih payah Kanapala dalam memberikan pengetahuannya kepada khalayak umum.
Adapun penggunaan istilah serta penggunaan penyingkatan kata, merupakan produk Kanapala STIE Kusuma Negara yang berlaku umum untuk diadaptasikan dengan penggunaan istilah serta penggunaan penyingkatan kata yang berlaku khusus di organisasi eksternal yang bekerjasama dengan Kanapala STIE Kusuma Negara, Cijantung.
Dihaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian dan dedikasi anggota Kanapala, Ketum Slamet Supriyadi, Ketum Budi Teko, Ketum Muttabarizal ibn Solehuddin, Ketum Yunus Sugilar, Ketum Abdul Syahid Hasan, Ketum Biyan Ardifan, Ketum Husni Andika, Ketum Wahyu Sutrokh Bunamjaya, sebagai pandu pendidikan dan kegiatan pecinta alam Kanapala STIE Kusuma Negara. Dihaturkan terima kasih pula atas kebijaksanaan mentor teknis pecinta alam penyusun naskah; Bowo Agus Nugroho, Choirul Anwar, Soni Citra, Yudi Setiawan, Juli Hartono, Ari Cicak, Surya Asyanto, Decky Pramuditya, Syamsudin, Ema Ariandita, Ichwansyah, Randy Triska, Triputra Setiawan, Enjang Zainuddin, Gunawan ibn Abdulloh, David Indarto, Hadi Saputra, Adam ibn Rifai, Mohammad Ongky. Dihaturkan rasa syukur kepada pendiri Kanapala STIE Kusuma Negara, Triawan Adi Setya; dan pemikul organisasi kemahasiswaan Kanapala, Soni Sonjaya, Endri Budiman, Cahyo Sudiyatmiko, Nurdin Porodaras dan Supit Sumendang.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Akhmad Batara Parenta Parlindungan Siagian (KNP 10.013.130)